4 Metode Penyelesaian Persamaan Non Linier
Penyelesaian persamaan Non Linier bisa dilakukan dengan menggunakan 4 metode, diantaranya:
- Metode Biseksi
- Metode False Position
- Metode Newton
- Metode Secan
Artikel ini akan menginformasikan tentag rumus-rumus yang digunakan untuk menyelesaikan persamaan Non Linier dengan metode-metode diatas.
1. Metode Biseksi
Pada metode biseksi ada 3 tahap yang harus dilewati sehingga suatu akar dapat ditemukan.
- Tahap Pertama: pilih a dan b sedemikian sehingga f(a)*f(b)<0
- Tahap Kedua: Hitung nilai tengah dari a dan b dengan menggunakan rumus
- Tahap Ketiga
- Jika f(a)*f(c)<0 maka b=c, kembali ketahap 2
- Jika f(a)*f(c)>0 maka b=c, kembali ketahap 2
- Jika f(a)*f(c)=0 maka akar ditemukan
2. Metode False Position
Sama dengan metode Biseksi, perbedaannya ada di tahap ke 2
- Tahap Pertama: pilih a dan b sedemikian sehingga f(a)*f(b)<0
- Tahap Kedua: Hitung nilai tengah dari a dan b dengan menggunakan rumus
- Tahap Ketiga
- Jika f(a)*f(c)<0 maka b=c, kembali ketahap 2
- Jika f(a)*f(c)>0 maka b=c, kembali ketahap 2
- Jika f(a)*f(c)=0 maka akar ditemukan
Er= Error Relative
Cc= Nilai tengah saat ini
Cp= Nilai tengah sebelumnya
Untuk 0,5% itu tidak selalu bernilai 0,5%. Biasanya ditentukan error relativenya kurang dari berapa persen supaya bisa diterima.
3. Metode Newton
Kelemahan dari Metode Newton adalah rumusnya yang mengharuskan kita menurukan sebuah fungsi. Yang nantinya menurunkan sebuah fungsi ini tidak lagi digunakan yaiut pada metode Secan.
Untuk X0 diketahui, k= 0,1,2, ...
4. Metode Secan
Metode Secan merupakan penjabaran dari Metode Newton. Jika pada Metode Newton kita diharuskan untuk menurunkan sebuah fungsi, pada Metode Secan ini dijabarkan sehingga kita tidak lagi menurunkan sebuah fungsi.
Untuk X0 dan X1 diketahui dari soal, dan k= 1,2, ...





Komentar
Posting Komentar