Jangan Bangga dengan Ibadahmu


Allah SWT menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi yang bertugas untuk
mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-
Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 56:

 وما خلقت الجن و الإنس إلا ليعبدون

“Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku”

Dari ayat ini kita dapat menyimpulkan bahwa tugas utama seorang manusia adalah
menghambakan diri di hadapan Allah. Akan tetapi, ayat ini tidak bisa Kita pahami secara
tekstual semata melainkan harus dengan pemahaman komprehensif melalui berbagai
macam sudut pandang yang tentunya sesuai dengan disiplin ilmu yang telah disepakati.

Ibadah bukanlah tujuan untuk menggapai harapan. Akan tetapi, ibadah adalah
perantara yang menghubungkan seorang hamba dengan tuhannya untuk meraih
harapan yang diinginkan. Orang-orang yang terlalu menggantungkan diri kepada sebuah
amalan akan hilang pengharapannya kepada Allah ketika amalan tersebut terputus.

Sebagai contoh, sholat dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh
Rasulullah SAW, yang mana salah satu keutamaannya adalah memperlancar datangnya
rezeki. Dikisahkan ada seorang pemuda yang selalu mengamalkan sholat dhuha setiap
hari, akan tetapi pada suatu hari ada sebuah udzur yang mengharuskannya untuk
meninggalkan sholat dhuha tersebut. Akhirnya si pemuda ini menyesal Dan merasa
gelisah Karena takut berkurangnya keberkahan atas rezeki-nya. Lalu ia mengadukan hal
ini kepada seorang kyai. Akhirnya sang kyai-pun memberi jawaban atas apa yang
diadukan kepada-nya “Nak, lebih baik kamu meninggalkan perbuatan baik dengan
perasaan menyesal daripada mengerjakan perbuatan baik dengan perasaan bangga”.
Sang kyai pun berhenti sejenak sambil menyeruput secangkir kopi di atas meja, lalu
melanjutkan perbincangannya kembali. “Jangan menuhankan amalmu sehingga kamu
lupa akan rahmat dan ampunan Allah. Kalau Kita dilarang menyembah batu, pohon, dan
api, maka Kita juga tidak boleh menyekutukan Allah dengan amalan kita. Ingatlah apa
yang pernah dikatakan oleh Ibnu Atha'illah As-Sakandary di dalam kitab Al-Hikam:

من علامات الاعتماد على العمل نقصان الرجاء عند وجود الزلل

"Tanda-tanda seorang yang bergantung kepada Amal dan usaha adalah berkurangnya
pengharapan kepada Allah ketika terjadi padanya kesalahan dan dosa"

Namun, kita juga dilarang untuk bermalas-malasan dan menyerahkan segala urusan
kepada Allah SWT. Karena usaha dan doa adalah jalan yang harus kita tempuh di dalam
mengarungi kehidupan yang fana ini, baru kita bertawakkal atas hasil yang telah Allah
tetapkan. Manusia meminta apa yang diinginkan tetapi Allah memberi apa yang kita butuhkan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Ekologi Akuatik dan Implementasi Penggunaanya

Apa itu NetBeans (IDE)?

Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) - Review Baseline