Pengertian Analisis CAMELS Dalam Ilmu Perbankan
Apa itu analisis CAMELS?
Untuk sebagian besar orang istilah analisis CAMELS terdengar asing, karena memang jarang menjadi bahan perbincangan publik. Dan hasil dari dari analisis ini pun tidak pernah diumumkan secara terbuka kepada publik.
Pengertian Camels menurut kamus Perbankan (Institut Bankir Indonesia) edisi kedua tahun 1999 :CAMELS adalah aspek yang paling banyak berpengaruh terhadap kondisi keuangan bank, yang mempengaruhi pula tingkat kesehatan bank, CAMELS merupakan tolok yang menjadi obyek pemeriksaan bank yang dilakukan oleh pengawas bank.
Analisis CAMELS digunakan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja keuangan bank umum di Indonesia. CAMELS merupakan kepanjangan dari Capital (C), Asset Quality (A), Management (M), Earning (E), Liability atau Liquidity (L), dan Sensitivity to Market Risk(S).
1. Aspek Permodalan (Capital)
Yang dinilai adalah permodalan yang ada didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penelitian tersebut didasarkan kepada CAR (Capital Adequaci Ratio) yang telah ditetapkan BI.
2. Aspek Kualitas Aset (Asset)
Yaitu untuk menilai jenis-jenis aset yang dimiliki oleh bank. Penilaian aset harus sesuai dengan Peraturan oleh Bank Indonesia dengan memperbandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktiv. Kemudian rasio penyisihan penghapusan aktiva produktiv terhadap aktiva produktif diklasifikasikan.
3. Aspek Kualitas Manajemen (Management)
Kualitas manajemen dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja. Kualitas manajemen juga dilihat dari segi pendidikan dan pengalaman dari karyawannya dalam menangani kasus-kasus yang terjadi.
4. Aspek Rentabilitas (Earning)
Merupakan ukuran kemampuan bank dalam meningkatkan labanya, apakah setiap periode atau untuk mengatur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Bank yang sehat adalah bank yang diukur secara rentabilitas yang terus meningkat.
5. Aspek Likuiditas (Liquidity)
Suatu bank dapat dikatakan likuid, apabila bank yang bersangkutan dapat membayar semua utang-utangnya terutama simpanan tabungan, giro dan deposito pada saat ditagih dan dapat pula memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.
6. Aspek Sensitifitas (Sensitivity)
Pertimbangan risiko yang harus diperhitungkan berkaitan erat dengan sensitivitas perbankan. Sensitifitas terhadap risiko ini penting agar tujuan memperoleh laba dapat tercapai dan pada akhirnya kesehatan bank juga terjamin. Risiko yang dihadapi terdiri dari risiko lingkungan, risiko manajemen, risiko penyerahan, dan risiko keuangan.
Sumber:
Dr. Kasmir. 2014. Bank Dan Lembaga Keuangan. Jakarta. PT RajaGrafindo Persada.
Gambar:

Komentar
Posting Komentar