Keutamaan Menuntut Ilmu
Oleh: Fatias Risantara Akbar

     Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kemajuan ilmu pengetahuan sehingga manusia dapat menjalankan peran sebagai khalifah di muka bumi dengan baik dan bijaksana. Bahkan pahala yang didapat pencari ilmu bagaikan seorang mujahid yang tengah berjuang di jalan Allah. Hal ini tidak lain karena kebodohan merupakan penyakit yang menggerogoti hati dan pikiran manusia yang harus diperangi.
  Seorang mu’min akan mampu meraih kebahagiaan abadi apabila iman didadanya dilandasi dengan ilmu. Karena ilmu merupakan anugerah yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang Ia kehendaki, sebagaimana Firman Allah SWT:
 يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰت
“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)
Ibnu Abbas r.a. berkata, “Orang yang berilmu memiliki keunggulan derajat atas orang-orang mu’min biasa sebanyak 700 derajat, yang diantara satu derajat dengan yang lain terdapat jarak lima ratus tahun perjalanan”.
      Di era keterbukaan seperti saat ini tidak ada alasan untuk menutup diri dari ilmu pengetahuan. Apabila kita bandingkan dengan upaya para ulama’ dalam menuntut ilmu, seharusnya kita malu. Bagaimana Imam Syafi’i berjalan dari Mesir ke Mekkah untuk berguru kepada Ibnu Uyainah lalu dilanjutkan ke Kota Madinah Al-Munawwarah untuk berguru kepada Imam Malik bin Anas, sedangkan sekarang kita tinggal menikmati karya-karya beliau yang ditulis dengan penuh kerja keras.
      Menuntut ilmu akan membuat pikiran dan nurani kita terbuka. Ilmu bagaikan obat yang akan menghidupkan hati yang telah mati dan menjernihkan pikiran yang keruh, sehingga ia dapat menembus tirai-tirai kebodohan dan kedzoliman. Orang yang alim (berilmu) sesungguhnya mereka telah melalui perjalanan spiritual yang panjang, sebagaimana sabda Nabi SAW:
الإِيْمان عريان ولباسه التقوى و زينته الحياء وثمرته العلم
“Iman itu telanjang, pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya adalah malu, dan buahnya adalah ilmu”.
      Iman dan ilmu bagaikan mata dan pelita. Iman adalah mata yang senantiasa harus melekat dalam diri kita baik ketika terang maupun gelap karena ia adalah bagian dari organ tubuh yang berguna untuk melihat dan menentukan jalan mana yang harus kita lalui, sedangkan ilmu bagaikan pelita di tengah kegelapan ketika mata kita membutuhkan bantuan untuk meyakinkan jalan yang kita lalui.
      Maka, jangan pernah kita merasa puas dengan ilmu yang kita miliki, karena ilmu Allah sangatlah luas bagaikan laut yang tak berujung. Seperti kata pepatah,  “tuntulah ilmu dari buaian hingga ke liang lahat”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengenalan Alat-Alat Laboratorium Ekologi Akuatik dan Implementasi Penggunaanya

Apa itu NetBeans (IDE)?

Kerangka Pengeluaran Jangka Menengah (KPJM) - Review Baseline