Pengenalan Pengujian Perangkat Lunak
Pengujian
perangkat lunak dilakukan supaya tidak terjadi kerugian saat kita membangun
atau membuild sebuah perangkat lunak. Semua hal yang ada pada perangkat
lunak itu harus diuji, tidak hanya hal yang valid saja tapi sesuatu yang
invalid juga harus diuji. Pengujian/Testing itu juga harus dilakukan secara
keseluruhan (komprehensif).
Kenapa
pengujian perangkat lunak ini sangatlah penting?. Karena, jika perangkat lunak
yang dibuat memiliki bug atau defect (kecacatan), sebuah perangkat lunak
bisa saja memberikan dampak negative kepada berbagai pihak tertuma kepada
pengguna.
Tidak sedikit kasus besar yang
diakibatkan oleh kecacatan sebuah perangkat lunak. Kecacatan pada perangkat lunak
tidak hanya dapat menimbulkan kerugian berupa biaya, tapi juga dapat memakan
korban jiwa.
Contoh
kasus pertama, pada tahun 1990an pernah terjadi kesalahan fatal yang bisa
dikatakan karena kesalahan dari programmer dan juga karena suatu sistem tidak diuji
secara keseluruhan. Saat itu, dibuat sebuah alat radiasi yang diharapkan dapat
menyembuhkan segala penyakit. Namun, ada kesalahan fatal yang terjadi sehingga sistem/alat
yang dibuat dan diharapkan dapat menyembuhkan penyakit malah menimbulkan 3
korban meninggal dan beberapa lainnya kritis. Contoh kasus kedua, juga terjadi pada
tahun 1990an. Kecelakaan pesawat karena adanya bug pada sistem navigasi pesawat
mengakibatkan seluruh orang yang ada didalam pesawat meninggal. Jika sudah ada “Korban
meninggal” suatu kasus tidak lagi bisa dikatakan kasus yang kecil. Itulah alasan
mengapa suatu pengujian pada perangkat lunak wajib dilakukan, apalagi jika
sebuah sistem yang dibuat merupakan sistem yang kompleks dan digunakan untuk
kepentingan banyak orang.
Dua
basic testing pada perangkat lunak yang kita ketahui seperti Black
Box Testing dan White Box Testing tidak lagi bisa kita gunakan
sebagai acuan apakah sebuah sistem itu sudah benar atau belum, karena sistem
yang ada pada saat ini sudah sangat kompleks dan ada beberapa fitur/method/suatu
hal yang tidak bisa diuji dengan 2 basic testing diatas. Seperti mislanya
pada kasus pertama tadi, mungkin benar kita sudah mengecek alat yang kita buat
bisa mengeluarkan radiasi menggunakan Black Box Testing, dan mungkin
juga kita sudah mengecek kesesuaian alur kerja sistem dengan source code yang
dibuat oleh programmer menggunakan White Box Testing, tapi apakah kita
sudah mengecek kesesuaian radiasi yang keluar dengan ketentuan yang berlaku?. Tentu
ini tidak bisa dicek menggunakna Black Box Testing maupun White Box
Testing. Oleh karena itu banyak sekali teknik pengujian perangkat lunak
yang harus kita ketahui dan pahami.
Testing itu juga sebisa mungkin
harus dilakukan independent, maksudnya bukan developer yang membuat sebuah
perangkat lunak itu sendiri yang melakukan testing karena akan ada kecenderungan
testing itu dilakukan secara subjektif (Loh ini saya yang bikin, saya yang
ngetes juga, ya sudah lah bener kok) biasanya seperti itu. Testing juga harus
dilakukan secara berulang-ulang. Perusahan-perusahaan besar biasanya memiliki
orang ketiga sebagai tester yang ditugaskan untuk melakukan pengujian, mencari
bug dan memberikan komentar kepada si programmer jika ada hal yang tidak sesuai
dengan yang diinginkan.
Jadi, intinya Pengujian Perangkat
Lunak itu merupakan suatu yang wajib dilakukan apalagi ketika kita membuat
sebuah sistem yang sangat kompleks dan memiliki target user yang besar.

Komentar
Posting Komentar